OMK 

Yang Kukehendaki ialah Belas Kasihan

Renungan.
Jumat, 23 Februari 2018.
Oleh RD. Yohanes Suratman.

Yang Kukehendaki ialah belas kasihan, bukan persembahan.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Matius 5:23-24).

Pengampunan dan rekonsiliasi itu lebih diutamakan daripada persembahan. Sebelum seseorang datang kepada Tuhan untuk memberikan persembahan, ia harus membereskan dahulu relasinya dengan sesama jika dalam relasinya itu ada persoalan. Berdamai dengan sesama menjadi sebuah tuntutan bagi kita sebelum kita berdamai dengan Tuhan.

Apa yang Yesus sampaikan ini sebetulnya intinya sama dengan apa yang Ia sampaikan dalam doa yang Ia ajarkan sendiri kepada muridnya, Doa Bapa Kami.

Kita harus mengampuni sesama dan pengampunan kepada sesama itu menjadi persyaratan untuk mendapatkan pengampunan dari Tuhan. Itu berarti hubungan dengan sesama dan Tuhan tak terpisahkan. Mengasihi Tuhan ya harus mengasihi sesama, begitu juga sebaliknya saling terkait satu sama lain.

Dan bahkan Yesus pun mengampuni musuh-musuhnya, pada sebelum Ia wafat disalib Ia mengampuni orang orang yang menyalibkanNya.

Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34).

Sudahkah teman-teman saling belas kasihan mengasihi sesama? Itulah yang dikehendaki Tuhan.

Tuhan Memberkati.
Berkah dalem. Amin

.

Dikutip dengan izin, dari kumpulan renungan harian Romo Yohanes Suratman, Pr. Pastor diosesan (praja) di Keuskupan Purwokerto.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *