Pekan Suci Liturgi Gereja Katolik

Pekan Suci merupakan waktu selama sepekan (seminggu) dalam Liturgi Gereja Katolik untuk lebih fokus mendalami dan memaknai serangkaian peristiwa peringatan/pengenangan kembali kisah sengsara Yesus Kristus. Ia disalibkan, wafat, dimakamkan dan bangkit dari orang mati.

Yesus yang adalah Allah sendiri dengan kasih dan kerelaanNya ‘mampu dan mau’ mengosongkan diri sifat keAllahanNya menjadi hamba (manusia) untuk menebus dosa-dosa dunia -dosa manusia- dengan cara wafat di kayu salib.

Pekan Suci dimulai dari hari perayaan Minggu Palma sampai Hari Paskah, yang juga menandai berakhirnya masa PraPaskah. Selama sepekan sampai menjelang Paskah, umat Katolik mengenang hari-hari sengsara Yesus Kristus.

Dalam Pekan Suci ada Tiga Hari Suci (Bahasa Latin : Triduum = Tiga hari suci) yakni ; Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci.

Kamis Putih.
Hari Kamis Putih memperingati dan mengenang Perjamuan Malam terakhir Yesus dengan murid-muridNya sebelum Ia diserahkan ke Pontius Pilatus (penguasa Yahudi pada jaman itu) untuk disalibkan. Sebelum wafatNya, Yesus ‘menginstruksikan’ murid-muridNya untuk mengenangkan dan ‘melakukan’ Perjamuan Kudus dalam rupa roti (Tubuh Kristus) dan anggur (Darah Kristus).

Dalam Kamis Putih terdapat pembasuhan telapak kaki para rasul (12 rasul), dalam peristiwa ini Yesus membasuh kaki murid-Nya, ini adalah bentuk simbolis dari kerendahan hati dalam pelayanan Yesus.

Setelah perayaan ekaristi/misa Kamis Putih, ada Tuguran (Bahasa Jawa, yang artinya berjaga-jaga) bersama Yesus. Peristiwa ini memaknai kisah murid Yesus yang menemaniNya dikala Ia berdoa di taman Getsemani sebelum ia diserahkan untuk disalibkan.

Jumat Agung.
Hari Jumat Agung merupakan peristiwa memperingati dan mengenang disalibkannya Yesus dan wafatNya di kayu salib.

Dalam perayaan misa Jumat Agung di gereja biasanya akan diadakan peristiwa pengenangan sengsara dan wafat Yesus Kristus melalui Tablo. Tablo adalah pemeragaan cerita dalam Injil mengenai sengsara Yesus, disalibkan dan wafatNya (visualisasi kisah sengsara dan wafatnya Yesus Kristus).

Sabtu Suci.
Hari Sabtu Suci dimaknai dengan permenungan tanda berkabung, sebab pada sebelumnya (Jumat Agung) Yesus Kristus wafat. Umat mengintensifkan doa dan permenungan sebagai silih dosa (peniten).

Vigili Paskah (Bahasa Latin : Vigilis = bersiap-siap) pada Sabtu Suci bearti pengenangan kembali berjaga-jaga menantikan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari alam maut.

Pada Vigili Paskah biasanya di gereja terdapat pembaptisan. Inisiasi seseorang menjadi bagian dari anggota penuh Gereja Katolik. Bagi umat yang sudah dibaptis pemercikan air suci dimaknai sebagai pengenangan baptisan yang telah diterima.

Dalam Pekan Suci juga akan dibacakan secara narasi Kisah Sengsara Yesus Kristus (sering disebut Pasio) yang kisahnya diambil dari Injil.

Mari kita lebih hening dan intens untuk berdoa dan senantiasa merenungkan kasihNya dalam sengsara dan wafat Yesus untuk menebus dosa manusia. Melalui kematian kemudian bangkit pada hari yang ketiga, Yesus mau menunjukan kepada kita bahwa kematian bukanlah ahkir dari penderitaan.

Yesus bangkit dari alam maut untuk menghancurkan kematian, dengan bangkit Ia memulihkan kehidupan, datanglah Ia dalam kemuliaan.

Selamat memasuki Pekan Suci.
Tuhan Yesus Memberkati. Berkah Dalem.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *