Tentang Daun Palma Minggu Palma

Dalam Kalender Liturgi Gereja Katolik dikenal ada istilah Pekan Suci, yakni sepekan (seminggu) sebelum Hara Raya Paskah. Gereja Katolik memulai Pekan Suci dengan prosesi gembira, yaitu perayaan pengenangan hari Minggu Palma.

Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, Ia disambut dengan daun palma di jalan-jalan yang Ia lalui. Daun palma adalah simbol dari kemenangan, digunakan sebagai simbol kemenangan untuk para martir atas kematian mereka.

Kristus kerap kali menunjukan hubungan daun palma sebagai simbol kemenangan atas dosa dan kematian.
Dalam Minggu Palma ini dibacakan juga kisah sengsara Yesus Kristus dalam pembacaan narasi yang disebut Passio untuk mengenangkan dan menghayati disalibkannya dan wafatnya Yesus Kristus. Passio juga nantinya akan dibacakan pada Jumat Agung.

Dalam hal ini menunjukan bahwa kedatangan Yesus ke Yerusalem, bukan hanya sebagai lambang kejayaanNya saja, tetapi juga sebagai rangkaian kisah sengsaraNya.

Tradisi simbolis menyimpan daun palma di rumah, disisipkan di kayu salib Kristus.
Dalam Tradisi Gereja Katolik, setelah perayaan misa Minggu Palma, umat Katolik membawa pulang daun palma yang telah diberkati di gereja ke rumah untuk disimpan. Karena sudah diberkati dalam perayaan Ekaristi Minggu Palma, maka benda itu merupakan benda Sakramentali, sama seperti ; salib, air suci, rosario, skapulir, dan benda rohani lainnya.

“Selain itu Bunda Gereja kudus telah mengadakan sakramentali, yakni tanda-tanda suci, yang memiliki kemiripan dengan Sakramen-sakramen. Sakramentali itu menandakan karunia-karunia, terutama yang bersifat rohani, dan yang diperoleh berkat doa permohonan Gereja. Melalui sakramentali hati manusia disiapkan untuk menerima buah utama Sakramen-sakramen, dan pelbagai situasi hidup disucikan”. KGK 1667.

Benda benda Sakramentali harus diperlakukan dengan baik dan layak, tidak boleh dibuang secara sembarangan. Daun palma yang telah diberkati hanya boleh dibakar atau dikubur dalam tanah.
Daun palma tidak boleh disimpan sebagai jimat ataupun untuk pengobatan dan hal-hal magis lainnya yang mengarahkan ke pemahaman tahayul.

Daun palma yang telah diberkati kemudian dibawa kerumah dan disimpan diselipkan di salib, sebagai tanda kepercayaan dan penghormatan pada Yesus sang Raja Damai dalam kemenangan PaskahNya. Daun palma yang telah diberkati itu dapat dibawa kembali ke gereja dikemudian hari (menjelang Rabu Abu tahun berikutnya) untuk dibakar dan digunakan sebagai abu pada hari Rabu Abu tahun berikutnya.

Selamat Hari Raya Minggu Palma.
Tuhan Yesus Memberkati. Amin

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *