08 September Gereja Katolik memperingati Perayaan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria.
Marilah kita bersukacita merayakan kelahiran Santa Perawan Maria. Sebab dari padanya telah terbit cahaya dunia, yakni Kristus, Allah kita.
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1:18-21)
Maria adalah sosok perempuan yang begitu akrab dengan umat Katolik. Dia menghadirkan sosok Allah dalam diri seorang ibu. Maria bukan hanya ibu Yesus, tetapi juga ibu kita. Banyak orang berdevosi secara khusus pada Bunda Maria. Ada sosok yang mempesona dalam diri Ibu Maria ini. Kelahirannya bukan hanya menjadi berkat bagi Santo Yoakhim, dan Santa Anna, orang tuanya, tetapi juga berkat bagi kita.
Menghormati Bunda Maria juga memberikan inspirasi bagi kita untuk menghargai keberadaan ibu kita masing-masing. Ibu yang menjadi sarana Allah menghadirkan kita ke dunia dan menyalurkan kasih Allah kepada kita.
Hari ini Gereja memperingati kelahiran Santa Perawan Maria, Bunda Allah, yang melaluinya dunia bergembira karena Sang Sabda telah menjadi daging dan tinggal di antara kita.
Marilah berdoa,
Tuhan yang Mahamurah,
penuhilah hamba-hamba-Mu
dengan anugerah surgawi.
Tingkatkanlah kiranya
kesejahteraan dunia berkat
pesta kelahiran Santa
Perawan Maria.
Sebab anak yang dilahirkannya
adalah sumber keselamatan kami,
Yesus Kristus, Puteramu dan
pengantara kami, yang hidup
bersama Engkau dalam persatuan
dengan Roh Kudus, sepanjang
segala masa.
Amin.
.
Sumber :
Runungan pagi.id
Katolisitas