Te Deum, Apakah Itu ?

Dalam Gereja Katolik terdapat istilah Te Deum. Apakah Te Deum itu?

Te Deum merupakan Tradisi menyanyiakan kidung yang agung dan indah khususnya untuk setiap pergantian tahun, tepatnya pada malam pergantian tahun.

Te Deum juga digunakan sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas karunia-Nya yang luar biasa, dalam berbagai kesempatan khusus, seperti: pemilihan Paus (pemimpin Gereja universal), pentahbisan Uskup (pemimpin Gereja lokal/partikular), kanonisasi/penetapan orang suci oleh Paus, penandatanganan perjanjian damai, penobatan raja, akhir tahun sipil dan lain sebagainya.

Te Deum atau Allah Tuhan Kami merupakan madah pujian Kristiani kuno yang berasal dari abad keempat dan masih digunakan sampai saat ini. Gereja Katolik menggunakan Te Deum dalam Ibadat Bacaan, yang merupakan salah satu rangkaian Ibadat Harian.

Menyanyikan madah syukur Te Deum laudámus. (Puji Syukur nomer 669. Madah Bakti nomer 491.)

Ordinarium Te Deum (Puji Syukur no.345. Madah Bakti no.180).

Allah Tuhan Kami (PS 669)

Allah Tuhan kami,
Engkau kami muliakan.
Dikau Bapa yang kekal,
seluruh bumi sujud pada-Mu.
Para malaikat
serta segala isi surga bermadah,
kerubim dan seraphim
tak kunjung putus memuji Dikau.
Kudus, kudus,
kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa.
Surga dan bumi
penuh kemuliaan-Mu.
Kau dimuliakan
kalangan para rasul,
Kau diluhurkan
rombongan para nabi,
Engkau dipuji
barisan para martir.
Engkau dipuji Gereja kudus
di seluruh dunia.
Bapa sungguh mahakuasa,
Putra Bapa yang tunggal
yang patut disembah.
Roh Kudus pula,
penghibur umat Allah.
Kristus raja nan jaya.
Engkaulah Putra Bapa yang kekal.
Untuk menebus kami,
Kau jadi manusia,
sudi dikandung Santa Perawan.
Kuasa maut Kau kalahkan,
Kau buka pintu surga
bagi umat beriman.
Kau bertakhta dengan mulia di sisi kanan Bapa,
Dikaulah Hakim yang akan datang.
Maka kami mohon,
tolonglah hamba-Mu, yang
Kautebus dengan darah-Mu sendiri.
Satukanlah kami dengan orang kudus
dalam kemuliaan-Mu.
Selamatkanlah kami, ya Tuhan,
berkatilah umat pilihan-Mu.
Rajailah kami, dan angkatlah kami
untuk selamanya.
Setiap hari kami memuji Dikau,
kami memegahkan nama-Mu
untuk sepanjang masa.
Ya Tuhan, sudilah menjaga kami,
agar hari ini luput dari dosa.
Kasihanilah kami, ya Tuhan,
Kasihanilah kami.
Limpahkanlah kasih setia-Mu kepada kami,
sebab kami berharap pada-Mu.
Kepada Tuhan kami percaya,
kami tak kecewa selamanya.

=
Te Deum

Te Deum laudámus,
te Dóminum confitémur.
Te ætérnum Patrem,
omnis terra venerátur.
Tibi omnes ángeli,
tibi cæli et univérsæ potestátes,
tibi chérubim et séraphim
incessábili voce proclámant.
Sanctus, Sanctus,
Sanctus Dóminus Deus Sábaoth.
Pleni sunt cæli et terra
maiestátis glóriæ tuæ.
Te gloriósus
apostolòrum chorus,
te prophetárum
laudábilis númerus,
te mártyrum candidátus
laudat exércitus.
Te per orbem terrárum
sancta confitétur Ecclésia,
Patrem imménsæ maiestátis,
venerándum tuum verum
et únicum Fílium.
Sanctum quoque
Paráclitum Spíritum.
Tu rex glóriæ, Christe.
Tu Patris sempitérnus es Filius.
Tu, ad liberándum susceptúrus hóminem,
non horrúisti Virginis úterum.
Tu, devícto mortis acúleo,
aperuísti credéntibus
regna cælórum.
Tu ad déxteram Dei sedes,
in glória Patris.
Iudex créderis esse ventúrus.
Te ergo quǽsumus,
tuis fámulis súbveni,
quos pretióso sánguine redemísti.
Ætérna fac cum sanctis tuis
in glória numerári.
Salvum fac pópulum tuum, Dómine,
et bénedic hereditáti tuæ.
Et rege eos, et extólle illos
usque in ætérnum.
Per síngulos dies benedícimus te,
et laudámus nomen tuum
in sǽculum, et in sǽculum sǽculi.
Dignáre, Dómine, die isto
sine peccáto nos custodíre.
Miserére nostri, Dómine,
miserére nostri.
Fiat misericórdia tua,
Dómine, super nos,
quemádmodum sperávimus in te.
In te, Dómine, sperávi,
non confúndar in ætérnum.

=
Tradisikatolik
Buku Puji Syukur

Mungkin Anda Menyukai