Hari Raya Natal

Merry Christmas

Selamat Natal Para Kawula Muda

Hari Raya Natal

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
(Lukas 2 :11-14)

Keluarga Nazaret

Waktunya telah tiba bagi Putera Allah untuk menjadi manusia oleh karena kasih-Nya kepada kita. Bunda-Nya, Maria, dan St. Yusuf harus meninggalkan rumah mereka di Nazaret dan pergi ke Betlehem.

Alasan perjalanan mereka itu ialah karena Kaisar Romawi telah memerintahkan untuk menghitung jumlah seluruh penduduknya. Jadi, setiap keluarga Yahudi harus pergi ke kota asal leluhur mereka. Oleh karena Maria dan Yusuf termasuk keturunan keluarga Raja Daud, mereka harus pergi ke kota Daud yaitu Betlehem. Memang kaisar yang mengeluarkan perintah, tetapi dengan demikian digenapilah rencana Allah. Kitab Suci mengatakan bahwa Mesias akan dilahirkan di kota Betlehem.

Suatu perjalanan yang panjang serta melelahkan bagi Bunda Maria karena perjalanan itu melewati daerah yang berbukit-bukit. Tetapi Maria tetap tenang dan damai. Ia tahu bahwa ia melaksanakan kehendak Tuhan. Ia bahagia memikirkan Putera Ilahinya yang akan segera lahir.

Ketika Maria dan Yusuf tiba di Betlehem, mereka tidak menemukan tempat bagi mereka untuk menginap. Akhirnya, mereka menemukan tempat bernaung di sebuah gua. Di sana, di sebuah kandang yang buruk, Putera Allah dilahirkan pada Hari Natal. Bunda-Nya yang terberkati membungkus-Nya agar hangat serta membaringkan-Nya dalam palungan.

Yesus memilih untuk dilahirkan dalam kemiskinan seperti itu agar kita dapat belajar untuk tidak mengejar kekayaan serta kenikmatan. Pada malam Yesus dilahirkan, Tuhan mengutus para malaikat-Nya untuk mewartakan kelahiran-Nya. Para malaikat tidak diutus kepada kaisar atau pun raja. Mereka juga bahkan tidak diutus kepada para tabib terpelajar atau pun imam-imam kepala. Mereka diutus kepada para gembala yang miskin dan sederhana. Para gembala itu sedang menjaga kawanan dombanya di sebuah bukit dekat Betleham. Segera sesudah mereka mendengar kabar sukacita dari para malaikat, mereka bergegas datang untuk menyembah sang Juruselamat dunia. Kemudian mereka pulang sambil memuji serta memuliakan Tuhan.

Para nabi besar dalam Perjanjian Lama merasa berbahagia dengan janji Tuhan bahwa suatu hari kelak Juruselamat akan datang ke dunia. Sekarang Ia telah lahir di tengah-tengah kita. Kristus datang bagi kita semua. Kitab Suci mengatakan: “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.”

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
(Yesaya 7:14)

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” yang berarti: Allah menyertai kita.
(Matius 1:22-23)

Jika mereka yang hidup dengan pengharapan akan kedatangan-Nya merasa bahagia, betapa terlebih lagi kita harus bersukacita. Kita memiliki ajaran-ajaran-Nya, Gereja-Nya dan bahkan Yesus Sendiri hadir di altar kita pada setiap Perayaan Ekaristi. Natal adalah saat di mana kita lebih menyadari dari sebelumnya, betapa Tuhan sungguh amat mengasihi kita.

Selamat Natal. Berkah Dalem.

Semoga damai dan sukacita natal menyertai kita. Amin. God Bless You

 

Referensi : http://yesaya.indocell.net

Mungkin Anda Menyukai