Renungan hari Jumat, 29 Juni 2018.
Hari Raya Santo Petrus dan Paulus.
Pembawa Renungan : romo Yohanes Suratman, Pr. Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Tegal.
Bacaan Injil 6:13-19.
Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di sorga.
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya.
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
(Injil Matius 16:17-19).
Pada hari ini Gereja katolik merayakan dua tokoh utama di awal Gereja sesudah Yesus bangkit yakni Rasul Petrus dan Rasul Paulus.
Dua tokoh ini mencerminkan dua dimensi penting dari Gereja. Petrus menunjukkan dimensi kepemimpinan dan kesatuan atau kelembagaan dan organisasi Gereja. Sedangkan Paulus menunjukkan dimensi karismatis, semangat misioner dan pelayanan. Tradisi menyatakan bahwa kedua tokoh tersebut menjadi martir di Roma.
Dirayakannya dua tokoh tersebut secara bersama-sama walau semangat dan kepribadian mereka itu berbeda, menunjukkan bahwa kedua dimensi penting dari Gereja yang ditampilkan oleh kedua sosok itu, tak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Gereja itu berdimensi karismatis tapi juga organisatoris.
Gereja memang didirikan bukan oleh kehendak manusia tapi oleh kehendak Allah dan berkat kuasa Roh Kudus.
“Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu…”.
Namun Gereja yang berasal dari Allah itu ada di tengah-tengah dunia. Karena itu diperlukan campur tangan manusia supaya Gereja itu mampu melaksanakan misinya.
Itulah pentingnya organisasi, kepemimpinan dan kesatuan.
“Kepadamu akan Kuberikan kunci kerajaan sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga”. (Matius 16:18).
Petrus diberi kepercayaan untuk memimpin jemaat Kristus. Dia diberi kuasa, “kunci kerajaan sorga” mempersatukan jemaat.
Nah, kerap kita alergi dengan masalah kuasa di Gereja, karena kadangkala peran jemaat dirasa diabaikan hingga muncul istilah KKO (kanggo kanggo ora).
Dua pahlawan Gereja yang kita rayakan ini mengingatksn kita bahwa dua dimensi Gereja itu penting sekali demi kesatuan dan tidak harus dipertentangkan satu sama lain.
Kiranya Gereja kita makin bersatu dan makin giat dalam pelayanan.
Tuhan memberkati.
Amin.
.
Dikutip dengan izin, dari kumpulan renungan harian RD. Yohanes Suratman. Pastor diosesan (praja) di Keuskupan Purwokerto.