Shalom teman-teman muda mudi Katolik. Sudahkah kalian terima abu di Hari Rabu Abu ?
Abu adalah tanda dari pertobatan. Kitab Suci mengisahkan abu sebagai tanda pertobatan, kita diingatkan bahwa kita ini diciptakan dari debu tanah, dan suatu saat nanti kita akan mati dan kembali menjadi debu.
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kejadian 2:7).
Teman-teman muda mudi Katolik yang terkasih, pada saat kita menerima abu di gereja, kita mendengar ucapan dari Romo / Imam atau prodiakon, “Bertobatlah, dan percayalah kepada Injil” atau, “Kamu adalah debu dan akan kembali menjadi debu” (you are dust, and to dust you shall return). Maksudnya, kita manusia yang senantiasa memerlukan pertobatan kepada Tuhan. Debu melambangkan kerendahan kita dengan Tuhan. Tuhan lah yang begitu mengasihi kita sebagai umatNya. Kembalilah kepada Tuhan.
” Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukumanNya. (Yoel 2:13).
Peristiwa Rabu Abu menjadi penanda dimulainya masa pertobatan. Pada masa ini umat beriman Katolik melakukan puasa dan pantang sebagai pertobatan.
Puasa dan pantang bagi umat Katolik merupakan latihan rohani yang mendekatkan diri kepada Tuhan dan sesama.
Berpuasa dalam iman Katolik adalah makan yang mengenyangkan sehari hanya sekali.
Berpantang adalah sikap untuk memilih tidak makan / melakukan apa yang disukai (kegemaran) kita dengan maksud untuk bermatiraga dan melatih pengendalian diri. Pantang misalnya pantang makan daging, pantang garam, pantang jajan, pantang gadget (dawai) dan pantang-pantang lain yang menjadi kebiasaan-kebiasaan kita.
Berpuasa dilakukan 40 hari selama masa Prapaskah sampai Paskah.
Berpantang dilakukan pada Hari Rabu Abu dan hari Jumat selama masa prapaskah sampai Jumat Agung.
(masa Prapaskah = masa dari hari Rabu Abu sampai hari Paskah).
Dengan berpuasa dan berpantang, kita diundang untuk mengambil bagian dalam karya Penyelamatan dunia dengan berdoa dan menyatukan pengorbanan kita bersama dengan pengorbanan Yesus di kayu salib.
Siapa sajakah yang wajib berpantang dan puasa ?
Wajib pantang : umat yang berusia 14 tahun keatas.
Wajib berpantang dan puasa : umat yang berusia 18 sampai sekira 58 tahun.
Tetapi lebih dari itu, kita dianjurkan agar melakukan bentuk ‘pertobatan’ lain praktik kesalehan.
.
Dikutip dengan pengembangan, dari :
Catholic Youth Ministry Missio Dei. Inspire.co.