Santa Hildegardis, teladan kaum muda.
Hildegardis lahir di Bockelheim, Jerman, pada tahun 1098, dari sebuah keluarga bangsawan. Pada usia 18 tahun, ia menjadi seorang biarawati Benediktin dan berada penuh di bawah bimbingan Sr. Yutta. Hidegardis kemudian menjadi pemimpin biara Benediktin di Diessenberg, menggantikan Sr. Yutta yang wafat. Pada tahun 1148, sebagai pemimpin biara, ia memindahkan biara Benediktin dari Diessenberg ke Rupertsberg dekat Bingen, Jerman.
Hidegardis adalah seorang teladan yang mengagumkan bagi kaum muda. Pada usia yang masih sangat muda, ia memutuskan untuk membaktikan diri seluruh hidupnya bagi Allah. Ia dikenal sebagai perempuan dengan banyak bakat, antara lain sebagai mistikus, penulis, penyair dan komposer hebat.
Sejak masa mudanya, Sr. Hildegardis dikaruniai suatu talenta meramalkan peristiwa yang akan datang. Talenta itu diperolehnya karena penyerahan diri yang total kepada Allah dalam doa dan keheningan. Kecintaannya pada nyanyian rohani, mendorongnya mengubah banyak syair, nyanyian rohani dan musik liturgi.
Hildegardis juga menulis banyak buku yang memuat pengalaman rohaninya seperti penglihatan, penjelasan tentang Injil, kehidupan rohani dan Regula Santo Benediktus. Ia juga menulis karya-karya luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan alam.
Keutamaan-keutamaan yang dimilikinya ini menunjukan betapa besar semangat belajar dan rasa ingin tahu pada dirinya. Talenta demikian tidak banyak dimiliki perempuan pada masanya. Hal lain lagi yang mengagumkan dari Hildegardis adalah keberaniannya dalam menyerukan pertobatan, atas dasar keprihatinannya pada keadaan dan situasi Gereja yang bobrok pada saat itu. Keprihatinan itulah yang menggerakan hatinya untuk pergi ke jalanan kota dan berkhotbah menyerukan pertobatan bagi semua orang; cara hidup lama kepada hidup baru dalam Tuhan. Ia tak segan-segan memperingatkan para uskup, imam dan bangsawan, yang hidupnya jauh dari ajaran iman Kristen dan semangat Injil.
Sr. Hidegardis meninggal pada 17 September 1179 di Bingen, Jerman. Ia dibeatifikasi pada 26 Agustus 1326 oleh Paus Yohanes XXII dan dikanonisasikan oleh Paus Benediktus XVI pada 10 Mei 2012 sekaligus mendapat gelar Pujangga Gereja. Peringatannnya dirayakan setiap tanggal 17 September.
.
Sumber :
Dari berbagai sumber.
Ruah JAS 2018 Karmelindo.