Sakramen Ekaristi

“Inilah tubuhKu yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” (Lukas 22:19).

Ekaristi (Misa , juga kadang disebut Perjamuan Kudus) diimani sebagai “sumber dan puncak” kehidupan Kristiani. Di dalamnya terdapat tindakan pengudusan yang paling istimewa oleh Allah kepada umat beriman, karena terdapat kehadiran dan pengorbanan Yesus Kristus dalam rupa Tubuh dan Darah-Nya.

Ekaristi juga menjadi tindakan penyembahan yang paling istimewa oleh umat beriman kepada Allah. Ekaristi juga menjadi representasi umat beriman terhubung dengan liturgi di surga.

Betapa pentingnya sakramen Ekaristi sehingga partisipasi dalam perayaan Ekaristi (Misa) dipandang sebagai kewajiban pada setiap hari Minggu dan hari raya khusus, serta dianjurkan untuk hari-hari lainnya.

Sakramen Ekaristi berasal dari Yesus sendiri. Dalam Perjamuan Terakhir bersama para murid, Yesus mengucap syukur dan memberikan pesan-Nya:
Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu, perbuatlah ini menjadi kenangan akan Aku. Ia juga berkata: Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku yang ditumpahkan bagimu. Ia juga memberikan perintah untuk melakukan hal itu sebagai kenangan akan diri-Nya: Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Daku. (Lihat Matius 26:17-29, Markus 14:12-25, Lukas 22:7-38, dan Yohanes 13:1-38).

Perjamuan Tuhan diteruskan oleh Gereja dalam perjamuan Ekaristi. Perjamuan Ekaristi adalah peringatan syukur untuk mengenangkan dan sekaligus menghadirkan kembali Yesus yang mempersembahkan diri-Nya dalam kematian di salib demi keselamatan manusia, sesuai dengan perintah Yesus.

Melalui Ekaristi, kita mengambil bagian dari Tubuh “Roti” dan Darah Yesus Kristus “Anggur” (Komuni Suci) serta turut serta dalam pengorbanan diri-Nya.

Roti dan anggur ditransformasi menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Perubahan ini disebut transubstansiasi. Hanya uskup atau imam yang dapat menjadi pelayan Sakramen Ekaristi, dengan bertindak selaku pribadi Kristus sendiri.

Skema besar Perayaan Ekaristi terdiri dari :

  • Ritus Pembukaan
  • Liturgi Sabda
  • Liturgi Ekaristi (puncak Perjamuan Kudus)
  • Ritus Penutup

(Lihat buku Tata Perayaan Ekaristi (TPE))

Materi dan Forma Sakramen Ekaristi :

  • Materi: Roti dan Anggur.
  • Forma: “Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu, lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku”. Dan “Inilah darah-Ku, darah Perjanjian Baru dan kekal yang ditumpahkan bagimu untuk pengampunan dosa . Lakukanlah ini untuk Daku”.
    Lihat buku Tata Perayaan Ekaristi (TPE).

Dalam pandangan Gereja Katolik, roti maupun anggur berubah sepenuhnya menjadi Yesus Kristus secara keseluruhan, baik Tubuh, Darah, Jiwa, dan Keallahan-Nya. Dengan demikian seseorang yang menerima hosti berarti menerima Yesus Kristus secara keseluruhan. Perubahan ini adalah perubahan yang benar-benar terjadi secara aktual, dengan demikian baik di mata orang Katolik maupun bukan, roti dan anggur tersebut tetap merupakan Tubuh dan Darah Kristus.

Kehadiran Kristus tetap ada sepanjang bentuk roti dan anggur masih tetap ada.

Sebelum kita menyambut Sakramen Ekaristi ada baiknya kita yang memiliki dosa berat mengakukan dosa terlebih dahulu karena kita menerima Yesus Tuhan KitDalam pandangan Gereja Katolik, roti maupun anggur berubah sepenuhnya menjadi Yesus Kristus secara keseluruhan, baik Tubuh, Darah, Jiwa, dan Keallahan-Nya. Dengan demikian seseorang yang menerima hosti berarti menerima Yesus Kristus secara keseluruhan. Perubahan ini adalah perubahan yang benar-benar terjadi secara aktual, dengan demikian baik di mata orang Katolik maupun bukan, roti dan anggur tersebut tetap merupakan Tubuh dan Darah Kristus.

Kehadiran Kristus tetap ada sepanjang bentuk roti dan anggur masih tetap ada. Ketika hosti yang telah dikonsekrasi ditelan ataupun larut dalam air maka itu bukan lagi Tubuh dan Darah Kristus. Jadi Tuhan Yesus dalam hosti tetap hadir pada diri penerima komuni selama hosti tersebut belum larut/ditelan sehingga ia harus menghormati kehadiran Kristus secara khusus selama masa itu.

jadi saudara-saudari sebelum kita menyambut Sakramen Ekaristi ada baiknya kita yang memiliki dosa berat mengakukan dosa terlebih dahulu.

Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. (1Kor 11:27-28).

Yang diperkenankan untuk menerima Komuni Suci [Tubuh (roti=hosti) dan Darah Kristus (anggur)] yang telah dikonsekrasi adalah mereka yang telah di baptis Katolik.

Mungkin Anda Menyukai