OMK 

Kebenaran akan Memerdekakan Kamu

[Dari penulis. Mohon maaf late post artikel ini sedianya untuk dipublish tanggal 24 Januari 2018. Terima kasih dan selamat membaca].

dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. (Yohanes 8:32).

Teman-teman OMK HKY Tegal yang terkasih dan diberkati Tuhan. Tentu kalian semua dalam keseharian tidak terlepas dari yang namanya komunikasi.

Salah satu sarana komunikasi adalah media sosial. Media sosial sangat akrab sekali di kalangan muda mudi. Dari mulai aktifitas menjelajahi lini masa, update status, upload foto, comment, sampai stalking kepoin gebetan. Semua bisa dilakukan lewat media sosial

Yang menjadi keprihatinan kita sekarang ini adalah tentang adanya beberapa konten-konten di media sosial yang bermuatan profokasi dan hoax (informasi yang tidak jelas kebenarannya).

Bapa Suci Paus Fransiskus dalam pesannya untuk Hari Komunikasi se-Dunia 2018, menyerukan pesan jurnalisme untuk perdamaian sebagai bagian dari tanggapan atas ancaman hoax (informasi berita palsu) yang marak terjadi.

Tentu teman-teman muda mudi Katolik sekalian sekiranya bersikap lebih bijak ketika menerima informasi berita hoax di media sosial yang belum jelas kebenarannya yang berpotensi menimbulkan kegaduhan, fitnah, kebencian dan perpecahan.

Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi SeDunia mengusulkan tentang refleksi penyebab dan konsekuensi logis dan kesalahan informasi di media dan mencoba untuk membantu mempromosikan bentuk jurnalisme profesional yang selalu mencari kebenaran, menekankan jurnalisme damai yang mempromosikan saling pengertian antara sesama manusia.

Santo Fransiskus de Sales, pelindung para jurnalis (wartawan) menjadi inspirasi sentral pada kegiatan jurnalisme yang damai dan berasas kasih sesuai dengan nilai-nilai luhur Kristiani.

Santo Fransiskus dari Sales lahir pada tanggal 21 Agustus 1567 dari keluarga bangsawan di Savoy, sebuah kota yang terletak antara Perancis dan Italia. Ia adalah anak sulung dari 13 bersaudara. Pada masa mudanya, ia belajar retorika, humaniora, dan teologi di bawah bimbingan para pastor Jesuit di Paris.

Setelah mengalami peristiwa rohani yang luar biasa yang dialaminya, ia mengucapkan kaul kemurnian dan mempersembahkan dirinya kepada Bunda Maria.

Pada tahun 1602, St. Fransiskus dari Sales diangkat menjadi Uskup Jenewa. Sebagai uskup, ia senantiasa selalu siap sedia melayani umatnya. Ia juga tekun dalam hal membaharui iman umatnya melalui katekese, pembaharuan kehidupan religius, dan kunjungan-kunjungan ke paroki-paroki.

Sepanjang hidupnya, St. Fransiskus dari Sales yang juga dijuluki sebagai Pembawa Damai, selalu siap sedia membawa kedamaian Allah bagi umatnya melalui sakramen pengakuan dan bimbingan spiritual. Banyak bimbingan-bimbingan spiritual yang dilakukannya secara tertulis dalam karya-karyanya. Maka tak mengherankan apabila Gereja Katolik menetapkan Fransiskus dari Sales sebagai Pujangga Gereja dan Pelindung media massa dan jurnalis.

 

Sumber referensi :
Pesan Paus Fransiskus (Vatican News) dari :
http://www.vaticannews.va/en/pope/news/2018-01/pope-world-communications-day-message-2018-truth-journalism-fake.html

Santo Frasnsiskus de Sales dari : http://www.fmatin.org/wp/?p=8246

Mungkin Anda Menyukai