Gereja Katolik adalah Gereja yang mempunyai ciri khas empat tanda sifat yang tetap, yaitu ; satu, kudus, katolik, dan apostolik.
Satu.
Yesus mendirinkan hanya satu Gereja, Yesus mengatakan mendirikan Gereja-Nya di atas Petrus.
Pada Perjamuan terakhirnya Ia berdoa untuk kesatuan GerejaNya.
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya.
(Matius 16:18).
supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yohanes 17:21).
Kudus.
Gereja menjadi sumber kekudusan yang istimewa untuk menyalurkan sakramen-sakramen yang mendatangkan rahmat.
Katolik.
Bersifat universal. Dipimpin para uskup yang mengajarkan sesuai dengan yang diajarkan Kristus.
Apostolik.
Yesus menjanjikan GerejaNya tidak akan binasa. Kepemimpinan Petrus sebagai yang pertama diteruskan oleh penerusnya.
Gereja Katolik sampai sekarang mempunyai kesatuan pengajaran yang jika ditelusuri berasal dari Yesus dan ajaran para murid dan bapa Gereja.
Ajaran Gereja Katolik selalu mengambil sumber dari pengajaran Yesus dan para rasul, sebagaimana yang dilestarikan oleh para penerus mereka.
Perumusan suatu ajaran yang diadakan di abad- abad kemudian bukan merupakan perubahan ataupun tambahan yang sama sekali baru terhadap suatu ajaran, namun merupakan penjelasan yang semakin ‘menjelaskan’ menyempurnakan ajaran tersebut.
Hal perkembangan ini dikenal dengan istilah ‘pertumbuhan organik’ suatu ajaran.
Konsistensi ajaran Gereja dapat dibuktikan dari segi waktu maupun tempat. Gereja Katolik di semua negara dan juga di masa apapun juga mengajarkan hal yang sama.
.
Hits OMK Indonesia.