Shalom. Hallo sobat-sobat muda Katolik, seberapa seringkah kalian mengikuti Ekaristi ? Setiap Minggu atau bahkan misa harian setiap hari?
Misa Minggu
Misa Hari Minggu (kadang disebut juga Misa Mingguan) adalah Misa / perayaan Ekaristi yang diadakan pada hari Minggu. Umat Kristiani merayakan hari Tuhan pada hari Minggu, karena mengikuti teladan para rasul yang mengadakan ibadah Hari Tuhan tersebut pada hari Minggu [hari pertama di dalam minggu] untuk memperingati hari kebangkitan Kristus.
Maka mengikuti Misa Kudus dengan khidmat pada hari Minggu merupakan perintah pertama Gereja, yang mengambil dasar dari perintah Allah yang utama, yaitu agar kita menyembah dan mengasihi Tuhan Allah kita dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita (lih Kel 20:3-5). Sebagai ungkapan kasih ini, kita diberi perintah oleh Allah untuk menguduskan hari Tuhan (lih. Kel 20:8-11); seperti yang telah dicontohkan oleh para rasul dan jemaat Kristen awal merayakan hari Tuhan pada hari Minggu (Kis 20:7; 1 Kor 16:2).
Selanjutnya, maka perayaan hari Tuhan bagi umat Kristen adalah hari Minggu yang dikatakan sebagai hari pertama di dalam minggu, dan bukan hari terakhir dalam minggu (bukan Sabat, karena Rasul Paulus mengatakan bahwa hari Sabat tidak mengikat umat Kristen (Kol 2:16; lihat. Gal 4:9-10; Rom 14:5).
Dengan kebangkitan Kristus, maka hari Tuhan tidak semata dihayati sebagai hari Tuhan beristirahat, namun lebih kepada hari penciptaan baru, di mana manusia yang telah mengimani Kristus diubah oleh Allah menjadi manusia baru.
Melewatkan Misa hari-hari Minggu berarti kehilangan perjumpaan dengan Tuhan. Paus Fransiskus mengingatkan umat Kristiani untuk membiarkan diri disambut oleh Dia, mendengar sabda-Nya, makan di meja-Nya, dan dengan kasih karunia-Nya memenuhi misi kita sebagai anggota-anggota Tubuh Mistik Gereja.
Paus mengatakan, hari Minggu adalah hari suci bagi orang Kristiani, dan menjadi suci karena perayaan Ekaristi yang merupakan kehadiran Tuhan yang hidup di antara kita.
Bapa Suci juga memalingkan pikirannya kepada komunitas Kristiani yang teraniaya, yang tidak dapat merayakan Misa setiap hari Minggu, dan yang berupaya sebaik mungkin untuk melakukan pertemuan doa di hari suci itu.
Konsili Vatikan Kedua meminta kita untuk merayakan Hari Tuhan itu sebagai hari sukacita dan hari istirahat dari kerja keras sebagai tanda martabat kita sebagai anak-anak Allah.
Lalu bagaimana dengan Misa Sabtu sore ?
Kebijaksanaan Gereja Katolik untuk mengadakan Misa Sabtu Sore untuk pemenuhan kewajiban menguduskan hari Tuhan adalah untuk memberi kesempatan kepada umat yang karena alasan tertentu/ genting tidak dapat memenuhi kewajiban untuk mengikuti Misa pada hari Minggu.
Namun jangan sampai kemudahan ini dijadikan alasan, bahwa ‘karena malas bangun pagi pada hari Minggu, maka saya memilih untuk ikut misa Sabtu sore; padahal pada hari Minggu-nya ia tidak mempunyai halangan yang mendesak. Jika ini motivasinya, maka sesungguhnya orang tersebut memiliki sikap batin yang keliru untuk memenuhi perintah Allah dalam menguduskan hari Tuhan. Sebab dalam menguduskan hari Tuhan, sudah selayaknya kita mempersembahkan dan mengorbankan waktu dan diri kita seutuhnya kepada Tuhan dalam kesatuan dengan Gereja-Nya dalam perayaan Ekaristi.
Misa Sabtu Sore umum sering diartikan sebagai ‘Anticipated Mass‘, atau Misa Antisipasi perayaan Misa pada hari Minggu, dilakukan bila mendesak. Namun sebenarnya, menurut General Norms of the Liturgical Year and the Calendar, dikatakan demikian:
#3. “The liturgical day runs from midnight to midnight, but the observance of Sunday and solemnities begins with the evening of the preceding day.”
(terjemahannya ke Bahasa Indonesia)
#3. “Hari liturgis dihitung dari tengah malam ke tengah malam, tetapi pemenuhan kewajiban pada Minggu dan Hari Raya dimulai dari sore hari sebelum hari tersebut.”
Paus Benediktus mengatakan, “… mengenali Sabtu sore, dimulai dari doa Vespers yang pertama, adalah sudah merupakan bagian dari Minggu, dan waktu di mana kewajiban hari Minggu dapat dilakukan…”
Mengikuti Misa, Paus menyimpulkan, bukan untuk memberikan sesuatu kepada Tuhan, tetapi untuk menerima dari-Nya anugerah dan kekuatan untuk tetap setia kepada firman-Nya, untuk mengikuti perintah-perintah-Nya dan, melalui kehadiran-Nya yang hidup di dalam kita, untuk menjadi saksi-saksi kebaikan dan cinta-Nya di hadapan dunia.
Sudah seringkah kamu mengikuti Ekatisti ?
Sumber : diolah dari beberapa sumber referensi.
Kutipan Paus Benediktus disadur dari http://www.katolisitas.org/macam-macam-istilah-misa/ .
Linda Bordoni dari Radio Vatikan disadur dari http://penakatolik.com/2017/12/14/paus-memberi-katekese-tentang-ekaristi-mengapa-mengikuti-misa-pada-hari-minggu/