Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu. Lukas 3:3
Sakramen Baptis adalah sakramen pertama yang diterima oleh seseorang yang hendak menjadi anggota Gereja Katolik. Sakramen Baptis adalah sakramen pertama dalam inisiasi Katolik. Inisiasi adalah penerimaan seseorang masuk ke dalam atau menjadi anggota kelompok tertentu. Pembaptisan membebaskan penerimanya dari dosa asal serta semua dosa pribadi dan dari hukum akibat dosa-dosa tersebut, dan membuat orang yang dibaptis itu mengambil bagian dalam kehidupan Tri tunggal Allah melalui “rahmat yang menguduskan” (rahmat pembenaran yang mempersatukan pribadi yang bersangkutan dengan Kristus dan Gereja-Nya). Pembaptisan juga membuat penerimanya mengambil bagian dalam imamat Kristus dan merupakan landasan komunio (persekutuan) antar semua orang Kristen.
Dalam Gereja Katolik Babtisan tidak hanya sebagai simbol tetapi adalah sebuah sakramen. Babtisan (menurut Gereja Katolik) membuat kita lahir baru. Dasar kitab suci dari ajaran tentang babtis ini cukup banyak antara lain:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” Yohanes 3:5.
Yesus menekankan pentingnya Babtis sebagai jalan untuk masuk dalam Kerajaan Allah.
“Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Kisah 2:38
St. Petrus menekankan perlunya Babtis untuk pengampunan dosa dan syarat untuk menerima karunia Roh Kudus.
“pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” Titus 3:5.
“Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!” Kisah 22:16.
Babtisan bukan perbuatan manusiawi belaka tetapi Babtis adalah tanda dan sarana Rahmat Allah (yaitu kelahiran/hidup baru) dimana Allah berkarya melalui para pelayan (Imam, Diakon, dll) yang membabtis. Jadi Babtisan adalah karya Allah sendiri yang mencurahkan Roh Kudus-Nya.
3 Tahap Inisiasi Katolik:
- Masa pra-katekumenat/simpatisan menjadi Katekumen;
(Masa pemurnian motivasi calon, dituntut pertobatan dan iman). - Masa katekumen menjadi calon baptis;
(Masa perkembangan iman calon baptis, merupakan masa pengajaran dan pembinaan iman). - Masa calon baptis menjadi Baptisan Baru;
(Masa persiapan baptisan dan penerimaan menjadi angota Gereja Katolik)
Sesudah dibaptis, para baptisan baru menerima atau mengalami masa pembinaaan iman sebagai baptisan baru yang disebut mistagogi.
Untuk dibaptis, seseorang harus percaya dan beriman kepada Kristus. Percaya kepada Kristus berarti hidup sesuai dengan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sakramen baptis seseorang dilahirkan kembali dalam air dan roh.
Lilin bernyala yang diterima oleh baptisan baru dalam upacara sakramen baptis merupakan lambang baptisan baru yang sudah diterangi oleh Kristus dan harus senantiasa berusaha hidup dalam terang Kristus.
Materi dan Forma Sakramen Baptis:
- Materi : Air
- Forma: Aku membaptis kamu, dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus
Buah atau Rahmat Sakramen Baptis :
- Mendapat pengampunan dari segala dosa, baik dosa asal maupun dosa yang dibuatnya.
- Menjadi ciptaan baru dan dilantik menjadi anak Allah.
- Memperoleh rahmat pengudusan yang membuatnya sanggup semakin percaya kepada Allah, berharap kepada-Nya, dan mencintai-Nya. Membuatnya hidup di bawah bimbingan dan dorongan Roh Kudus. Membuatnya sanggup bertumbuh dalam kebaikan.
- Digabungkan menjadi Anggota Gereja, sebagai bagian dari Tubuh Mistik Kristus.
- Dimateraikan secara kekal dalam sebuah materai rohani yang tak terhapuskan, sebagai bagian dari Kristus.
Macam-macam Baptisan :
Baptisan Bayi :
Baptisan yang diterima saat masih bayi.
Baptisan Dewasa :
Baptisan yang diterima saat sudah dewasa.
Baptisan Rindu :
Saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal. Maka ia sudah menerima Baptisan Rindu.
Baptisan Darah :
Saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal karena membela imannya.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Mat 28:19-20)