Beberapa hal ini merupakan kebiasaan sebagai penghormatan dan bentuk bakti umat Katolik dalam Masa Prapaskah berkenaan dengan menghias altar gereja, Alleluya, nyanyian, dan Jalan Salib.
Dalam masa Prapaskah tak diperkenankan menghias alar dengan bunga-bunga yang terlihat mencolok, bunyi alat musik diperkenankan hanya untuk mengiringi nyanyian (liturgis), karena keduanya menggarisbawahi ciri tobat masa kini.
Sejak awal Masa Prapaskah sampai Malam Paskah “Alleluya” tidak dipakai dalam semua ibadat, juga pada hari raya dan pesta.
Nyanyian yang dipakai dalam ibadat, terutama nyanyian Ekaristi, tetapi juga dalam bentuk kebaktian lain, harus disesuaikan dengan masa Prapaskah dan sedapat mungkin juga sesuai dengan teks liturgi.
Bentuk kebaktian rakyat yang sesuai dengan Masa Prapaskah , misalnya Jalan Salib hendaknya dipelihara dan diresapi dengan semangat liturgi, sehingga kaum beriman dapat diantar lebih mudah ke misteri Paskah Kristus.
.
sumber : Ruah JFM 2019 yang disadur dari Kongregasi Ibadat Ilahi “Perayaan Paskah dan Persiapannya” 16 Januari 1988, nomer 117-20.