Mengapa Yesus Naik ke Surga Pada Hari ke-40?
Setelah pada waktu kebangkitan-Nya dari alam maut yang kita rayakan di hari Paskah, Yesus kemudiian naik ke surga setelah 40 hari ada ditengah-tengah murid-Nya.
Dalam Kitab Suci, angka 40 mempunyai makna yang berarti. Angka 40 menyimbolkan masa transisi, penyucian dan persiapan.
Dalam Kitab Kejadian (Kej. pasal 7 dan 8), air bah pada zaman Nabi Nuh berlangsung selama 40 hari melambangkan masa penyucian umat manusia dari dosa.
Dalam Kitab Keluaran, bangsa Israel berada di gurun selama 40 tahun melambangkan masa penyucian mereka dari dosa selama di Mesir, dan masa persiapan sebelum beralih ke kehidupan di tanah perjanjian.
Dalam Perjanjian Baru sendiri, Yesus dicobai selama 40 hari 40 malam di padang pasir, dalam rangka mempersiapkan pelayanan publiknya, di mana Dia akan mulai melakukan mukjizat.
Sama juga, Yesus berada di bumi selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, untuk mempersiapkan para murid untuk tugas-tugas baru mereka dan juga menyucikan mereka dari kesalahpahaman bahwa Yesus tidak hanya menyelamatkan bangsa Israel, melainkan semua bangsa.
Mengapa Yesus naik ke surga dengan awan?
Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutupNya dari pandangan mereka. (Kis 1:9).
Santo Yohanes Krisostomus mengatakan: “Jika kita kembali ke Perjanjian Lama, kita dapat melihat hanya Tuhan yang menaiki awan.”
“…, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin.” (Mzm 104:3).
“… Lihat, TUHAN mengendarai awan yang cepat dan datang ke Mesir, …” (Yes 19:1).
Dalam Perjanjian Lama, hanya Allah yang datang dengan awan. Maka, awan adalah simbol keilahian.
Jika dalam Perjanjian Lama, Allah turun dari surga dengan menggunakan awan, maka kini Allah kembali naik ke surga dengan awan.
Kenaikan Yesus ke surga dengan awan ini menunjukkan bahwa Ia adalah Allah itu sendiri.
Selamat Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus.